Kembali

Profil Ayat

Nama Surat : Al-Furqan
Nomor Ayat : 46
Nomor Surat : 25
Tema :
Bumi Matahari
Jumlah Pengunjung : 86

Detail Ayat

Ayat
﴿ ثُمَّ قَبَضْنٰهُ اِلَيْنَا قَبْضًا يَّسِيْرًا ٤٦ ﴾
Terjemahan Kemenag 2019

Kemudian, Kami menariknya (bayang-bayang itu) ke (arah yang) Kami (kehendaki) sedikit demi sedikit.533)

 

533) Maksud kalimat ini adalah bahwa bayang-bayang itu Kami hilangkan secara perlahan sesuai perjalanan matahari menuju tempat terbenamnya. 

Tafsir Sains

Ayat ini merujuk pada proses pemanjangan bayangan, yang dimulai setelah matahari tidak lagi tegak lurus di tengah hari. Bayangan secara bertahap memanjang ke arah timur hingga mencapai panjang maksimumnya sesaat sebelum matahari terbenam. Setelah itu, bayangan menghilang seiring dengan terbenamnya matahari dan dimulainya malam. Pergerakan bayangan, yang berlangsung kira-kira setengah hari, dijelaskan dalam ayat ini sebagai "kontraksi kecil," yaitu kontraksi yang terjadi secara bertahap.

 

Secara ilmiah, terbukti bahwa Bumi berputar pada porosnya dengan kecepatan sekitar 30 km per menit, dan beredar mengelilingi matahari dengan kecepatan sekitar 30 km per detik. Kedua gerakan ini berperan penting dalam perpanjangan dan kontraksi bayangan.

 

Bayangan adalah salah satu nikmat dari Allah yang Maha Esa karena melindungi manusia, hewan, dan tumbuhan dari sinar matahari. Jika sinar matahari melebihi batas toleransi makhluk hidup, ia dapat menyebabkan kerusakan, terutama dari gelombang sinar yang berbahaya seperti sinar ultraviolet. Sinar ultraviolet, meskipun tak kasat mata, terbukti memiliki efek merusak pada sel-sel hidup jika terpapar terlalu lama, terutama saat cuaca panas. Hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk kanker kulit, eksim akibat sinar matahari, sensitivitas cahaya, melanoma, keratosis solar, kulit terbakar, gangguan pada sistem kekebalan tubuh, serta penyakit mata seperti katarak.

 

Dengan adanya bayangan, siang dan malam serta pergantian musim dapat terjadi. Fase-fase bulan, gerhana matahari, dan gerhana bulan juga menjadi mungkin, dan waktu dapat dihitung. Jika bayangan tidak ada, maka segala sesuatu tidak akan terlihat tiga dimensi, jelas, atau berbeda satu sama lain.

 

Fakta-fakta ini diungkap pada masa ketika banyak orang masih percaya bahwa bumi adalah statis. Namun, Al-Qur'an memuat penjelasan yang sangat akurat secara ilmiah, yang diturunkan lebih dari seribu empat ratus tahun lalu. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur'an bukanlah ciptaan manusia, melainkan firman Allah, Sang Pencipta (Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi).

Referensi
Zaghlūl al-Najjār, Tafsīr al-Āyāt al-Kawniyyah fī al-Qur’ān al-Karīm, (Kairo: Maktabatu al-Syurūq al-Dauliyyah, 2007), 329-330.

Referensi Lengkap