Kembali

Profil Ayat

Nama Surat : Yusuf
Nomor Ayat : 4
Nomor Surat : 12
Tema :
Bulan Bumi Langit Matahari
Jumlah Pengunjung : 130

Detail Ayat

Ayat
﴿ اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ ٤ ﴾ ( يوسف/12: 4)
Terjemahan Kemenag 2019

(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya (Ya‘qub), “Wahai ayahku, sesungguhnya aku telah (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan. Aku melihat semuanya sujud kepadaku.”

Tafsir Sains

Salah satu referensi kosmik yang disebutkan dalam Surah Yusuf adalah jumlah sebelas planet di tata surya kita. Hal ini disebutkan dengan sangat akurat, dan bukan kebetulan bahwa jumlah saudara Yusuf (saw) juga sebelas, sama seperti jumlah planet di tata surya kita.

 

Dalam mimpinya, Nabi Yusuf melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Mimpi ini kemudian menjadi kenyataan ketika sebelas saudara laki-laki dan orang tua Yusuf sujud kepadanya pada hari Tuhan mempertemukan mereka di tanah Mesir setelah lama berpisah.

 

Di akhir kisah Nabi Yusuf, sujud dari kedua orang tuanya dan sebelas saudara laki-lakinya terjadi, dan Yusuf menghubungkan kejadian ini dengan penafsiran mimpinya sebelum dan sesudahnya, sebagaimana dijelaskan dalam ayat 100 dan 101 Surat Yusuf.

 

Nabi Yusuf, putra dari Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim, adalah orang pertama yang melihat sebelas bintang dalam mimpinya. Dalam mimpi tersebut, sebelas saudaranya sujud kepadanya, dan matahari serta bulan juga bersujud kepadanya, menandakan sujud orang tuanya. Karena matahari dan bulan adalah komponen tata surya kita, begitu juga dengan planet-planet dan bulan-bulannya, mungkinkah pemilihan planet-planet sebagai lambang saudara-saudara Yusuf dalam mimpinya merupakan indikasi dari Tuhan bahwa jumlah planet di tata surya kita sama dengan jumlah sebelas saudara Nabi Yusuf?

 

Berdasarkan beberapa temuan ilmiah, jumlah planet di tata surya adalah sebelas, sebagaimana tercantum dalam mimpi Nabi Yusuf (as). Planet adalah benda bulat di langit yang berputar mengelilingi dirinya sendiri dan bergerak dalam orbit tertentu mengelilingi matahari. Beberapa planet memiliki satu atau lebih bulan dalam bentuk satelit, sementara meteor dan meteorit adalah benda sangat kecil yang tidak berputar mengelilingi matahari dan berada di tepi tata surya atau di luar batasnya, termasuk komet.

Fakta ini baru terkonfirmasi dengan penemuan planet pada tanggal 14 November 2003. Al-Qur'an, meskipun secara implisit melalui mimpi Nabi Yusuf, sudah menyebutkan jumlah planet di tata surya. Ini bisa dianggap sebagai salah satu tanda mukjizat ilmiah dalam Kitab Allah Yang Maha Kuasa dan sebagai peringatan. Penelitian tentang kemungkinan adanya planet baru menunjukkan bahwa jaraknya lebih dari sembilan puluh satu satuan astronomi dari matahari (jarak antara planet kesebelas dan matahari). Gravitasi matahari tidak dapat menangkap benda apa pun di luar jarak tersebut yang memenuhi definisi planet.

 

Dengan demikian, ayat tersebut telah mendahului temuan ilmiah lebih dari empat belas abad dengan kebenaran ilmiah yang baru dicapai oleh ilmu pengetahuan pada tahun 2003, setelah perjuangan ribuan ilmuwan selama ratusan tahun. Tidak ada orang berakal yang dapat membayangkan sumber lain selain Tuhan Sang Pencipta untuk terobosan ilmiah ini.

Referensi
Zaghlūl al-Najjār, Tafsīr al-Āyāt al-Kawniyyah fī al-Qur’ān al-Karīm, (Kairo: Maktabatu al-Syurūq al-Dauliyyah, 2007), 361-364.

Referensi Lengkap